Cinta Pertama pada Fotografi

Dunia fotografi adalah dunia yang sangat menarik untuk saya. Ya, memang benar bahwa akhirnya saya sekarang memutuskan untuk berkarir secara profesional di dunia ini. Pasti ada sebuah kisah perjalanan dibalik semua hal, termasuk tentang saya dan fotografi.

Kamera pertama saya? Hmmmm, perlu berpikir keras untuk menjawabnya. Seingat saya sih, kamera yang dulu biasa saya pakai adalah kamera point and shoot yang biasa dijual di gerai-gerai Fuji Image Plaza di masa kejayaannya. Saya masih ingat sebuah kamera bernama “Prima” keluaran Canon. Tidak terdengar begitu sophisticated bukan?

C65W9895

Ya, memang saya tumbuh di sebuah keluarga yang tidak begitu heboh-heboh amat masalah fotografi. Mamah dan Papah saya dulu memotret di masa mudanya, dengan kamera SLR juga. Namun, masa itu sudah lama sekali lewat. Jauh sebelum saya lahir. Saat saya tumbuh besar, tidak pernah saya melihat mereka berdua memegang kamera lagi. Satu-satunya kamera Papah saya yang saya pakai sendiri adalah sebuah point and shoot camera keluaran Olympus, yang waktu itu beliau bangga-banggakan sekali karena belinya di Jepang. Tapi sih intinya kamera biasa aja, hehehehe.

2670500571_5b504f9a7d_z

Ketertarikan saya dengan dunia fotografi memang tidak terlihat meledak-ledak. Saat saya kecil memang saya super penasaran dengan hasil kamera-kamera ini setelah roll film di dalamnya habis. Biasanya langsung kami pergi ke FIP terdekat untuk cuci cetak, tapi saya juga tidak begitu paham dan tahu tentang teknis fotografi, hanya “suka” saja. Di masa SMA, saya dibelikan sebuah kamera digital, lagi ngetop-ngetopnya jaman segitu. Tapi karena duit juga ga banyak, walhasil beli apa yang bisa kebeli. Ingat merknya Kodak, Easyshare, 3.2 Megapixels. Bener-bener kalo dibandingin sama kamera iPhone 5 juga mending-mending kamera iPhonenya deh. Hahahhaa, tapi saya hampir kemana-mana bawa kamera itu. Dimana masa sma adalah masa paling seru dan narsis, jadilah saya “the man with his camera” , yang kemana-mana selalu bawa camdig saya dan motret apa aja disekeliling, terutama ya muka temen-temen saya itu. Walhasil komputer saya juga sebuah database sejarah masa muda dari teman-teman SMA.

Semasa kuliah, kebiasaan itu agak pudar. Sampai suatu hari di sekitar tahun 2007, saya melihat seorang sahabat semasa kuliah bernama Azwin menenteng-nenteng sebuah kamera Nikon F80. Wah keren juga tuh! dalam hati saya berujar. Saya mulai penasaran dan tanya-tanya pada Azwin. Saat itu dia memang aktif di UKM UFO (Unit Fotografi) di UGM. Itu juga alasannya kenapa dia suka tenteng-tenteng kamera SLR. Sebelum era itu Azwin juga langganan untuk jadi seksi PDD (publikasi dan dokumentasi) di setiap acara Himpunan Mahasiswa kami, soalnya dia yang paling jago desain, dan punya kamera paling bagus (waktu itu dia pake Canon PowerShot S2IS kalo ga salah). Ya, memang, DSLR jaman segitu juga mulai ngetren. Saya akui, saya korban tren *lagi. Hahaha. Di akhir 2007 akhirnya saya beli (dibelikan lebih tepatnya) kamera DSLR pertama saya, Nikon D80.

url

Guru pertama saya saat itu ya Azwin lagi. Saya setengahnya juga kepepet, tadinya pengen belajar lewat UFO, tapi sayangnya waktu itu saya sudah terlampau tua untuk join, ya ada peraturan saat itu yang bilang bahwa di tahun 2008 anak 2005 sudah ga bisa gabung. Tapi sesuatu yang ternyata unik adalah, saat saya mengeluarkan pertanyaan amatiran ke Azwin tentang “Win shutter trus aperture tuh apaan sih?Ngaruh apanya? Ngaturnya gimana?” dengan satu jawaban simple dia jawab itu semua “Itu sebenernya di manual book nya ada semua Ndhes, dibaca aja, kamu udah bisa belajar basic dari situ.” Suatu jawaban yang kadang bikin fotografer pemula bilang : “Sial” “Sombong Bener” “Pelit amat sih”, tapi hari itu saya ga berfikir seperti itu sama sekali, saya turuti kata-kata dia. Dan terbukti! Saya belajar semua basic fotografi dai Buku Manual! Hanya… Buku Manual! Jadi temen-temen pastikan kalau beli kamera, ada buku manualnya ya, yang ada versi Indonesia atau minimal Inggris lah… Biar ga kebanyakan nanya-nanya yang ga penting. Hehehehe.

Waktu itu saya juga belajar banyak dari Internet. Banyak sekali fotografer, bahkan yang professional sekalipun ngeshare ilmu mereka lewat internet. Lokal maupun luar negeri. Saya juga berkenalan dengan banyak teman-teman sehobi lewat Internet. Jaman awal-awal dulu juga saya inget banget kenalan sama seseorang yang menginspirasi saya namanya Bang Lambok Sinaga, pas ngobrol, maksud hati mo basa-basi, eh malah keluar pertanyaan bodoh yang dijawab dengan line klasik “Udah baca manual book belom?” Hahahahaha… jujur dalem hati memang ngomong “Shit” tapi lebih ke, iya juga ya ngapain pake tanya-tanya begituan kaga penting.

Akhirnya saya memutuskan untuk coba belajar basic fotografi dengan lebih tertata. Ikutlah saya ke sebuah short course dari ADVY (Akademi Desain Visi Yogyakarta). Dari situlah pikiran bahwa hobi ini bisa dijadikan profesi, muncul. Salah satu pengajar saya bilang, “Landhes, foto kamu oke. Kamu ada dasar buat jadi fotografer profesional.” Sebuah kalimat yang lumayan masuk ke pemikiran saya. Bukan karena sifatnya yang memuji, tapi lebih ke bertanya pada diri sendiri, “Mau dilanjutin ga nih?”

Akhirnya saya memutuskan untuk go with the flow. Sekitar akhir tahun 2008 saya bertemu dengan Akbary, seorang sahabat yang akhirnya bersama saya membangun Farbe Fotografie sejak awal 2009. Kami berdua belajar bersama untuk mulai jadi Professional. Mencari jalan dan pengalaman untuk hidup dan cari duit dari Foto. Dari yang mulai ngerjain foto grup lah, foto buku tahunan lah, foto prewedd dan wedding pertama lah, foto makanan dan minuman (yang berakhir kami selalu pulang kekenyangan karena nyobain setiap menu yang kami foto, hahaha). Perjalanan yang tidak sebentar, dan pastinya tidak mulus-mulus amat. Karena hidup dari foto bukan jalan yang lazim bagi kebanyakan manusia di Indonesia. Sampai sekarang kami akhirnya tetap berkomitmen untuk jalan terus, tentunya dengan semangat untuk menjadi wirausahawan juga :) . Nyawanya, adalah melakukan hal yang kami berdua sukai, Memotret.

Karena Hidup terlalu singkat untuk dihabiskan pada suatu Pekerjaan yang Salah. Maka dari itu saya memutuskan untuk hidup dengan fotografi. Sesuatu yang ternyata memang saya sukai. Saya suka karena fotografi bisa membawa saya menjelajahi tempat baru, ketika saya memotret landscape di suatu tempat atau dapat job di suatu daerah tertentu, akhirnya saya juga sedikit banyak akan dibawa untuk traveling ,suatu hal lain yang saya sangat sukai. Saya juga dibawa untuk akhirnya mengenal banyak orang dari berbagai latar belakang, baik itu client saya, atau supporting crews, bertemu orang baru yang pastinya menarik. Juga dituntut untuk menjadi kreatif, dan tentunya bertemu banyak orang kreatif serta inspirsional. Semuanya menjadikan fotografi sebuah dunia yang sangat menyenangkan untuk saya jadikan profesi.

Boleh dibilang Cinta saya pada Fotografi bukan sesuatu yang menggebu-gebu, namun lebih pada Cinta pada pandangan pertama. Semoga saja abadi untuk selamanya *cieeehh macem apa aja ya*.

P.S.

gambar-gambar kamera diatas saya ambil dari google.com , Copyright dari gambar tersebut ada pada pemilik aslinya. Terimakasih :)

Tagged: , , , , ,

9 thoughts on “Cinta Pertama pada Fotografi

  1. Wahyu Budi Prasetyo January 30, 2013 at 4:04 am Reply

    kurang cerita tentang masa perkuliahan gadjah madanya ndhes :D

    • landhes January 30, 2013 at 5:20 am Reply

      Hahaha… itu nanti jadi feature di bagian untold story.. hahaha

  2. akbary January 30, 2013 at 5:15 am Reply

    oh.. jadi dulu sempet jadian sama Azwin.. hmm.. pantesaann.. wakakakakak

    • landhes January 30, 2013 at 5:20 am Reply

      Iya, tapi akhirnya sama kamu kan…
      ahak…
      *mo muntah* hahaha

      • akbary January 30, 2013 at 5:23 am

        waseengg jaga image oii.. wakakakakkk

  3. Wahyu Budi Prasetyo January 30, 2013 at 5:55 am Reply

    LHAAAAAAAAAAAAAAA IKI …….. SKANDALLL… :) )

    • landhes January 30, 2013 at 8:33 am Reply

      Skandal sudah 3 bulan? hahahaha

  4. sangprabo January 30, 2013 at 10:15 am Reply

    Ndesh, terus itu kuliah di Jurusan Komedi dan Humor dilanjutken apa ndak je? Sayang Ndesh…

    • landhes January 30, 2013 at 12:51 pm Reply

      InsyaAllah Bo, minta Doanya biar kelar :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 4,372 other followers

%d bloggers like this: